Kapanewon Prambanan sukses menggelar kegiatan sosial donor darah sekaligus layanan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Acara yang berlangsung di Aula Budi Pekerti Kapanewon Prambanan ini menarik antusiasme tinggi dari pegawai instansi lintas sektor serta warga sekitar, termasuk jajaran kepolisian setempat.

Aksi donor darah kali ini mencatatkan partisipasi yang cukup tinggi. Tercatat sebanyak 48 orang mendaftarkan diri untuk mendonorkan darahnya.
Setelah melalui proses pemeriksaan kesehatan yang ketat oleh tim medis, hasil akhir menunjukkan:
- 39 orang dinyatakan lolos dan berhasil mendonorkan darahnya.
- 9 orang terpaksa tertunda (gagal donor) karena tidak memenuhi syarat medis, seperti faktor kadar hemoglobin (Hb) atau tekanan darah.


Kantong darah yang terkumpul ini diharapkan dapat membantu mengamankan stok darah PMI dan menyelamatkan nyawa sesama yang membutuhkan.
Bersamaan dengan aksi donor darah, Kapanewon Prambanan juga membuka gerbang layanan jemput bola untuk aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Langkah ini dilakukan guna mempercepat cakupan kepemilikan KTP Digital di masyarakat.
Menariknya, layanan ini tidak hanya dimanfaatkan oleh warga lokal. Dari total aktivasi yang berhasil diproses, tercatat:
- 10 orang merupakan warga asli Kabupaten Sleman.
- 5 orang merupakan warga dari luar wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kelima orang tersebut adalah anggota POLRI dari Polsek Prambanan terdekat yang sedang bertugas.

“Integrasi kegiatan sosial seperti donor darah dengan pelayanan publik (IKD) ini sangat efektif. Selain sehat secara fisik, masyarakat dan aparat penegak hukum juga terbantu dalam tertib administrasi kependudukan digital secara cepat,” ujar salah satu panitia penyelenggara.
Dengan adanya kolaborasi ini, Kapanewon Prambanan berharap kesadaran masyarakat akan pentingnya donor darah dan kepemilikan IKD dapat terus meningkat di masa mendatang.
