Acara Pentas Seni Festival Nata Asta #2 kembali digelar Dusun Gatak dengan sukses. Berlangsung meriah di lapangan sekolah SMA Muhammadiyah Prambanan pada Sabtu, 30 Agustus 2025 festival tahun ini mengusung tema “Kolaborasi Seni Lintas Generasi”, menampilkan beragam pertunjukan yang memukau penonton dari berbagai kalangan. Acara ini dihadiri oleh Panewu Prambanan Ibu Purwati, S.H., M.M, Lurah se-Kapanewon Prambanan, perwakilan BPK Wilayah.
Dusun Gatak adalah sebuah desa kecil yang menyimpan denyut seni dalam kehidupan warganya. Sejak lama, para penggiat budaya dan seniman muda tumbuh di tanah ini, menghidupkan ruang-ruang kreativitas yang sederhana namun penuh makna. Melalui Yayasan kreativitas yang sederhana namun penuh makna. Melalui Yayasan Margomulyo yang berdiri sejak tahun 1980, tradisi seni dan budaya terus dipelihara, diwariskan, sekaligus dijadikan sarana untuk membangun kebersamaan.
Garapan utama festival ini Adalah Dramatasri “Timbangan Wungkal”, sebuah Karya yang mengangkat kisah asal-usul berdirinya Dusun Gatak. Dramatari ini dimainkan langsung oleh pemuda-pemudi Dusun Gatak.

Salah satu momen paling menarik adalah kolaborasi lintas generasi. Para pemuda-pemudi Dusun Gatak, sebagai bukti bahwa warisan budaya tidak hanya disimpan, tetapi terus hidup dan bertansformasi di tangan generasi penerus. Pemuda-pemudi berkolaborasi untuk menampilkan pertunjukan spesial, Interaksi di atas panggung ini menjadi bukti nyata bahwa seni mampu menyatukan perbedaan usia dan pengalaman.

Panewu Prambanan Ibu Purwati, S.H., M.M dalam sambutannya menyampaikan, “Nata Asta #2 bukan hanya ajang unjuk bakat, tetapi juga wadah untuk mempererat tali silaturahmi antara pemuda-pemudi dan warga Dusun Gatak. Kami bangga melihat semangat kolaborasi yang luar biasa ini.”
Tepuk tangan riuh penonton menjadi penutup yang sempurna untuk malam yang penuh dengan kehangatan dan kebersamaan. Acara ini berhasil menjadi bukti bahwa seni adalah bahasa universal yang mampu menjembatani berbagai perbedaan, termasuk perbedaan generasi.